Blog ini sebetulnya diawali dari ide yang sangat sederhana. Makan. Setiap manusia butuh makan. Oleh karena itu, makan menjadi ritual harian terpenting dalam kehidupan kita semua.
Bahkan, boleh lah dikatakan makan jadi titik sentral kehidupan manusia. Tanpa makan manusia akan mati. Dan uniknya, diantara kebutuhan biologis yang lain, makan adalah satu-satunya ritual yang bisa kita rayakan bersama-sama setiap hari. Makan adalah ritual biologis yang bisa kita rayakan secara sosial! Kita bahkan menikmatinya.
Karena itu, dalam setiap makanan yang kita suap setiap harinya, terkandung filsafat, cerita, dan jejak kebudayaan yang dalam. Ada rahasia kehidupan yang seringkali kita terima begitu saja. Setiap suap yang masuk ke mulut kita seringkali hanya didasari oleh rasa lapar belaka. Padahal, kita sebetulnya bisa belajar banyak dari situ.
Blog ini tentang itu. Saya hanya sekedar ingin berbagi apa yang lalu lalang di kepala saya, Ari Margiono – seorang pekerja kerah putih - ketika saya sedang makan setiap harinya.
Nikmatilah. Dan lihat dunia dari sudut yang berbeda…
So what will this be? A full blog of social critic with a food analogy?
I’m curious on what you’re gonna write about Aciap…
makanan??..hayukk dahh, sebenernya gak pernah kepikiran sih..kalo makan indomie itu artinya jadi korban orde baru..;o& (jcbus)
Benar anda, kita jadi tergantung dengan gandum. Namun sekarang saya dapat info, bahwa saingan indomie sudah menggunakan beras dan mungkin campur singkong, sehingga harga lebih bersaing dan biaya iklan di gede in. Dan sukses.
Trims
salam kenal..mie instant..buat gue cemilan. jd abz makan nasi trus makan mie…hehehe
eh..sorry..salah kasih comment…maaf yah….hihihihi
mana nii tentang “sushie tei”
hehe..hehe
Hi.
Good design, who make it?
WARNING!: Pembaca yang budiman, hati-hati agar tidak membaca blog ini ketika perut sedang kosong karena akan berakibat mulut ngiler, keringat dingin, mata berkunang-kunang hingga dehidrasi.hehehe….laper bos!
hai ri…ternyata hobi kita sama ya… ;p
wah pak ari, skrg blognya ttg makanan ya..blog soal politik dan ke-HI-annya kemana
Ono, gue lagi butuh elo nih… (kontak kalao butuh)…. nelpon elo lewat mana nih ya??
wah…saya hanya akan mengomentari satu hal, yaitu Photo anda, wah mangstab banget nih photo2nya.Wow!…terutama yang lebah itu. pake shutter speed berapa pak???dengan lensa tamron 70-300 ya pak???hohohoho…makin panas nih…hahahaha
“Imajinasi dan Seni tiada akhir”……..
tadi malem terinspirasi tentang budaya berbagi yang sejak zaman berburu dimulai dengan berbagi makan. Itulah muasal kerjasama. Hingga kini kita hampir setiap hari makan selalu bersama dengan orang lain, entah di kantor atau dengan rekan kerja. Ketika ada momen ultah, hari raya, atau apapun selalu dimanifestasikan melalui traktiran
Setuju… makanan memang tidak terpisahkan dari dunia manusia..
Dalam lingkup politik, Pertemuan penting dan besar harus disertai jamuan makan. pada saat makan, orang lebih terbuka pikirannya dibanding di pertemuan.
Tidak jarang pembahasan di meja jamuan biasanya berujung pada persetujuan di meja perundingan.
Makanan juga menjadi bagian dari seni, seni luar biasa yang menggabungkan semua panca indra manusia.
makanan juga menjadi bagian budaya yang paling gampang dikenali.. dan diingat…
so…..thanks god we could taste those food… hmmm
rekomendasi buat penulis:
Ke Manado…. one of the food heaven in Indonesia, those people really now how to cook… and eat!
=Food Lovers=