Apa yang kita lakukan jika sudah mulai bosan dengan makan siang kantor yang itu-itu saja? Eksplorasi tempat baru, jawabnya. Nah, mumpung masih suasana lebaran, rekan-rekan di @mavtweets hari Jumat kemarin eksplorasi tempat makan baru. Kompornya ya si @ineedini yang konon lagi kepengen banget makan ramen. Sejak pagi, ia bolak-balik promosi tentang tempat makan ramen jepang yang ada di gedung perkantoran Plasa Senayan ini. Sampai-sampai bilang katanya kuahnya mengandung kolagen yang dapat membuat wajah awet muda.
Hah?
Ya, konon katanya mereka memasak kuahnya selama berjam-jam sehingga jadi kental dan entah bagaimana prosesnya, katanya mengandung kolagen yang menyehatkan kulit.
Karena penasaran, saya pun ikut pergi makan siang ke Marutama Ramen.
Saya pesan ramen ayam. Enak sekali. Kuahnya memang betul kental dan sangat lezat. Saya yang cukup sensitif dengan lemak dan daging, bisa melenggang santai keluar dari restoran ini tanpa ada rasa berat di pundak. Wah, pokoknya nggak bisa digambarkan deh rasanya. Enak sekali. Buat saya, Marutama lebih enak dari ramen ‘tetangga berwarna merah’ yang kesohor.
Mie-nya pun enak. Lembut, tapi renyah dan ‘kering’.

Konon, kata Ramen itu sendiri merupakan penyebutan atas hidangan serupa, La Mien, yang berasal dari Cina. Kabarnya, makanan ini sudah ada di Cina lebih dari 4000 tahun yang lalu, dan dibawa ke Jepang saat negara ini membuka diri melalui Restorasi Meiji di abad 19. Yang menarik adalah, ramen di Jepang ini yang mendorong terciptanya mie instan yang merajalela di dunia saat ini.
Rupanya, yang jadi signature di Marutama adalah Tamago. Telur yang direbus setengah matang dan diberi bumbu ini luar biasa lezatnya. Ini unik sekali. Kuning telur tersebut masih lembut dan lezat! Tidak ada amisnya samasekali meskipun ia baru setengah matang direbusnya.
Kuah ramen biasanya dibuat dari kaldu ayam atau babi yang kental sehingga rasa gurih terjaga dengan baik. Nah! Ini dia tantangannya, karena kaldu babi sering dianggap lebih enak, banyak restoran ramen yang menyajikan hidangan lezat ini tidak halal.
Marutama Ramen, konon, membuat kuahnya dari kaldu ayam. Mereka pun, katanya, membedakan perangkat yang dipergunakan untuk mengolah hidangan babi dan non-babi.
Betul kah? Wallahu alam bi sawab …
Filed under: Fine Dining, Mall Restaurants | Leave a Comment »